Bab 3 Melepaskan untuk Melanjutkan Perjalanan.
Bab 3 Melepaskan untuk Melanjutkan Perjalanan
Melepaskan sesuatu yang bersifat sementara ini merupakan suatu kebahagiaan bagi jiwa yang telah dibebaskan dari segala ikatan dunia. Hal ini tidak berarti kita tidak berduka atau tidak merasakan kehilangan. Manusia memang memiliki perasaan, namun kesedihan tidak boleh berlebihan. Agama Hindu mengajarkan kita untuk bijaksana dalam menghadapi kematian, agar duka yang kita rasakan tidak berubah menjadi kesedihan yang membelenggu jiwa sendiri.
Agama Hindu memandang bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Tubuh ini hanyalah pakaian yang dipakai oleh jiwa. Seperti pakaian yang sudah usang dan tidak lagi layak digunakan, demikian pula tubuh ini. Ketika masa berlakunya telah habis dan tidak dapat digunakan lagi, maka jiwa akan meninggalkannya menuju kehidupan yang lebih baik, menuju bentuk keberadaan yang baru dan lebih sempurna. Inilah hakikat kematian yang sesungguhnya — bukan berakhirnya segalanya, melainkan perpindahan dari satu keadaan ke keadaan lainnya.
Saat seseorang meninggal dunia, yang terjadi adalah perpisahan antara jiwa dan raga. Raga yang terbuat dari unsur-unsur alam ini akan kembali kepada alam, sedangkan jiwa yang abadi akan melanjutkan perjalanannya. Namun bukan berarti hubungan antara yang hidup dan yang telah meninggal terputus. Justru di sinilah peran upacara keagamaan, yaitu menghubungkan kembali hubungan batin antara yang hidup dan yang telah mendahului. Melalui doa, persembahan, dan upacara yang tulus, kita mendoakan dan membimbing jiwa almarhum agar perjalanannya berjalan lancar, sekaligus menyadarkan diri kita sendiri bahwa suatu saat nanti kita pun akan menempuh jalan yang sama.
Komentar
Posting Komentar